Saturday, October 25, 2014

Sidang Keliling Perdana Tahun 2014 Pengadilan Agama Tanjungpandan

SIDANG KELILING PERDANA TAHUN 2014

PENGADILAN AGAMA TANJUNGPANDAN

 

 

::Tanjungpandan, 15 Maret 2014::

 

Memasuki minggu ke dua bulan Maret 2014, Pengadilan Agama Tanjungpandan menggelar kegiatan sidang keliling perdana untuk tahun anggaran 2014. Mengambil tempat di ruang pertemuan Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Belitung Timur, kegiatan diselenggarakan pada tanggal 13 Maret 2014.

Tahun lalu (2013), kegiatan sidang keliling Pengadilan Agama Tanjungpandan juga bertempat di ruang pertemuan Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Belitung Timur. Ditunjang oleh fasilitas dan akses yang bagus dari dan menuju lokasi, akhirnya Ketua Pengadilan Agama Tanjungpandan akhirnya menetapkan kembali tempat penyelenggaraan sidang keliling untuk tahun ini di tempat yang sama seperti tahun lalu (2013). Sidang keliling perdana untuk tahun 2014 itu sekaligus menjadi yang perdana bagi Ketua Pengadilan Agama Tanjungpandan, bapak Syafri, S.H. melaksanakan sidang keliling di wilayah hukum Pengadilan Agama Tanjungpandan. Bapak Syafri, S. H., dilantik menjadi Ketua Pengadilan Agama Tanjungpandan pada bulan Januari 2014 yang lalu.

Ketua Pengdilan Agama (PA) Tanjungpandan menilai, tempat penyelenggaraan sidang keliling di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Belitung Timur merupakan tempat yang strategis, sekurang-kurangnya mudah diakses oleh para pencari keadilan (justiciabellen). Berjarak sekira 90 Kilometer dari PA Tanjungpandan dan merupakan ibukota Kabupaten Belitung Timur yang dipimpin oleh Basuri Tjahaya Purnama (adik kandung Basuki Tjahaya Purnama), ia masih merupakan wilayah hukum PA Tanjungpandan karena hingga saat ini belum memiliki PA sendiri.

Berdasarkan Surat Keputusan Ketua PA Tanjungpandan, sidang keliling perdana tahun anggaran 2014 ini dipimpin langsung oleh Ketua PA Tanjungpandan, Syafri, S.H., selaku ketua Majelis, Badrul Jamal, S.H., M.H., dan Mustofa Supri Zulfatoni, S.H.I. sebagai para hakim anggota, Nurman Syarif, S.H.I., M.S.I. sebagai mediator, dan dibantu oleh Abd. Halim, B.A., sebagai Panitera Sidang. Sementara itu, untuk staf administrasi dan urusan umum di serahkan kepada Meividian Prianto.

Ketua PA Tanjungpandan mengatakan bahwa PA Tanjungpandan telah melaksanakan program kerja rutin justice for all yang merupakan bentuk pelayanan prima (excellent service) kepada masyarakat pencari keadilan melalui sidang keliling ini. Sidang keliling ini, lanjut ketua PA Tanjungpandan, merupakan salah satu program pengembangan dari asas acces to justice dalam rangka memberikan kemudahan pelayanan kepada masyarakat pencari keadilan. Untuk itu, Ketua PA Tanjungpandan menyatakan komitmennya memberikan pelayanan prima kepada masyarakat pencari keadilan, mengoptimalkan pelayanan hukum bagi seluruh lapisan masyarakat. [bdrl©2014]

   

KETUA PA TANJUNGPANDAN PAMITAN DENGAN BUPATI BELITUNG TIMUR

KETUA PA TANJUNGPANDAN PAMITAN DENGAN BUPATI BELITUNG TIMUR

 

::Tanjungpandan, 13/01/2014::

Rasa haru bercampur gembira terjadi ketika Ketua PA Tanjungpandan Drs. H. Muchlis, S.H, M.H yang didampingi Wakil Panitera, Zainal Abidin, S.H, M.H., untuk berpamitan pindah tugas menjadi Ketua PA Muara Enim. Ketua PA Tanjungpandan bertemu langsung dengan Bupati Belitung Timur Basuri T. Purnama, yang saat itu didampingi Sekda dan Kabag Tata Pemerintahan di Ruang Kantor Pemkab Belitung Timur. Dalam pembicaraan tersebut, Ketua PA Tanjungpandan menyampaikan terimah kasih atas perhatian Bupati  dan jajarannya (06/01/2014) dalam mendukung kegiatan yang dilakukan PA Tanjungpandan. Ketua PA Tanjungpandan juga menyampaikan bahwa selama ini hubungan antara PA Tanjungpandan Pemerintahan Belitung Timur cukup harmonis  dan diantara kegiatan yang selama ini sudah terealisasi adalah sidang keliling.

Beberapa hal lagi yang sangat urgent dipaparkan oleh Ketua  PA Tanjungpandan adalah perihal Kewenangan Pengadilan Agama yang tidak hanya terbatas dalam hal perkawinan ansich tetapi juga masalah Ekonomi Syariah. Sebagai reaksi atas pemaparan dari Ketua PA Tanjungpandan tersebut, Bupati Belitung Timur dan jajarannya berencana  akan meminta PA Tanjungpandan mensosialisasikan kewenangan Pengadilan Agama yang baru tersebut ( UU No 03  Tahun 2006 tentang perubahan kedua atas UU No.7 Tahun 1989). Dijelaskan oleh Ketua PA Tanjungpandan bahwa apabila ada sengketa akonomi Syari’ah itu sudah menjadi kewenangan Pengadilan Agama yang dipertegas dengana Putusan Mahkamah Konstitusi. Bupati Beltim sangat antusias mendengar penjelasan tentang hal tersebut.

Selain itu, Ketua PA Tanjungpandan juga menyinggung permasalahan Itsbat Nikah yang menurut Ketua PA Tanjungpandan masih banyak yang belum tertib dalam administrasi Pernikahan di wilayah Belitung timur. Menurut peraturan yang berlaku, kalau hal tersebut tidak segera diatasi akan menimbulkan preseden buruk dan tentunya akan berimplikasi kepada orang tersebut sampai ke anak cucunya, bahkan reputasi daerah tersebut. Apalagi, sekarang buku nikah adalah salah satu syarat yang harus dipenuhi untuk tertib adminitrasi di suatu instansi terkait untuk pengurusan administrasi, sebagai contoh dalam pembuatan paspor, Akta Kelahiran, dan lain-lain

Read more: KETUA PA TANJUNGPANDAN PAMITAN DENGAN BUPATI BELITUNG TIMUR

   

Pengambilan Sumpah Jabatan dan Pelantikan Hakim Pengadilan Agama Tanjungpandan

PENGAMBILAN SUMPAH JABATAN DAN PELANTIKAN HAKIM

PENGADILAN AGAMA TANJUNGPANDAN


::Tanjungpandan, 29 Oktober 2013::

 

Setelah menunggu lebih kurang 1 (satu) tahun lamanya, Pengadilan Agama (PA) Tanjungpandan akhirnya mendapat suntikan tenaga baru, yakni 2 (dua) orang hakim. Dua orang hakim yang bernama lengkap Mustofa Supri Zulfatoni, S.H.I., dan Hilman Irdhi Pringgodigdo, S.E.I., M.E.I. ini merupakan hakim yang akhirnya berlabuh di PA Tanjungpandan pada penempatan pertamanya. Artinya, di PA Tanjungpandan ini lah beliau berdua pertama kali bertugas sebagai hakim. Dengan tambahan dua orang hakim ini, jumlah hakim di PA Tanjungpandan sekarang berjumlah 6 (enam) orang. Jumlah yang sepatutnya belum cukup untuk menangani perkara yang cukup banyak, untuk ukuran PA Klas II, yakni sekitar 1000-an perkara pertahun.

Patut disyukuri memang, tetapi dengan volume perkara seperti tersebut di atas, rasa-rasanya memang tidak berlebihan bila dikatakan PA Tanjungpandan masih kekurangan hakim. Kurangnya jumlah hakim ini juga berbanding lurus dengan kurangnya tenaga teknis lainnya, khususnya Panitera Pengganti/ Panitera Sidang. Sekadar diketahui, Panitera Pengganti (PP) yang “murni” tidak ada di PA Tanjungpandan. Untuk menunjang terlaksananya tugas teknis kepaniteraan sidang, Panitera/ Sekretaris, para Panitera Muda (Panmud) harus turun langsung untuk bersidang. Harapannya, tentu saja, akan ada penambahan bagi Panitera Pengganti/ Panitera Sidang di PA Tanjungpandan ini.

Read more: Pengambilan Sumpah Jabatan dan Pelantikan Hakim Pengadilan Agama Tanjungpandan

   

Page 1 of 29